Kunjungan Sumitomo Foundation Japan ke Universitas Narotama, Buka Peluang Hibah Riset Internasional bagi Dosen
15 Juni 2026, 19:10:02 Dilihat: 86x
Universitas Narotama menerima kunjungan perwakilan Sumitomo Foundation Japan (11/6/26) dalam rangka penjajakan kerja sama penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Sumitomo Foundation memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia melalui program hibah penelitian yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Sumitomo Foundation Japan, Hamaya Kenichi dan Harashima Takashi, hadir untuk memperkenalkan program hibah penelitian internasional sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dengan Universitas Narotama. Dari pihak Universitas Narotama, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Pawiyatan Gita Patria Ir. H. Eddy Surohadi, S.E., M.H., Rektor Associate Professor Dr. Arasy Alimudin, S.E., M.M., serta jajaran pimpinan universitas yang menyambut baik peluang kerja sama dalam bidang riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor I Universitas Narotama, Dr. Moh. Saleh, S.H., M.H menjelaskan bahwa kunjungan Sumitomo Foundation Japan ke Universitas Narotama merupakan bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional di bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi dosen Universitas Narotama untuk mengakses program hibah penelitian internasional yang ditawarkan oleh Sumitomo Foundation.
“Sumitomo Foundation sebenarnya sudah lama bekerja sama dengan banyak perguruan tinggi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara Asia. Fokus kerja sama ini adalah mendukung penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Saleh.
Menurutnya, program hibah tersebut bertujuan mendorong transfer praktik-praktik terbaik dari Jepang sebagai negara maju kepada negara-negara lain, termasuk Indonesia. Praktik tersebut mencakup bidang pendidikan, budaya, sosial, ekonomi, hingga tata kelola yang mengedepankan integritas dan transparansi.
Menurutnya, Jepang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan di berbagai bidang yang dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi pengelolaannya.
Dalam skema hibah yang ditawarkan Sumitomo Foundation, para dosen dapat mengajukan proposal penelitian sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Setiap tahunnya, sekitar 2.000 proposal diajukan kepada Sumitomo Foundation, namun hanya sekitar 12 persen yang berhasil memperoleh pendanaan.
“Besaran pendanaan maksimal mencapai sekitar Rp200 juta per proposal, meskipun rata-rata hibah yang diberikan berada pada kisaran Rp70 juta,” jelasnya.
Dr. Saleh menegaskan bahwa proposal yang diajukan harus memiliki unsur kebaruan (novelty) dan belum pernah diteliti atau dipublikasikan sebelumnya. Selain itu, proposal juga harus bersifat non-profit dan ditujukan untuk kepentingan pendidikan, sosial, serta pengembangan ilmu pengetahuan.
“Proposal yang diajukan tidak boleh bertujuan mencari keuntungan bisnis. Program ini murni untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Pendaftaran proposal hibah penelitian Sumitomo Foundation dijadwalkan mulai dibuka pada September mendatang. Untuk meningkatkan peluang keberhasilan, Universitas Narotama akan mendorong dosen-dosen mempersiapkan proposal sejak dini. Bahkan, tim dari Sumitomo Foundation menyatakan kesediaannya untuk memberikan pendampingan dalam proses penyusunan dan pengajuan proposal.
Terkait tindak lanjut kerja sama, Dr. Saleh menyampaikan bahwa Universitas Narotama akan melihat perkembangan partisipasi dosen dalam program hibah tersebut. Apabila kerja sama berjalan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan melalui kerja sama yang lebih formal.
“Kami akan melihat perkembangannya. Jika banyak dosen yang terlibat dan memperoleh pendanaan, tentu akan ada peluang untuk mengembangkan kerja sama ke tahap berikutnya melalui MoU maupun bentuk kerja sama lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, Dr. Saleh berharap program ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh dosen dari berbagai fakultas di Universitas Narotama. Selain mendukung peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, program hibah internasional ini juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan karier dosen, peningkatan jabatan fungsional, serta mendukung capaian akreditasi program studi dan institusi.
Menurutnya, semakin banyak kerja sama internasional yang terjalin, semakin besar pula peluang peningkatan reputasi akademik Universitas Narotama di tingkat nasional maupun internasional.
Di akhir wawancara, Dr. Saleh mendorong Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Narotama untuk segera melakukan sosialisasi kepada seluruh dosen mengenai peluang hibah penelitian dari Sumitomo Foundation.
“Saya berharap LPPM segera melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada seluruh dosen, mulai dari tahap penyusunan proposal hingga pelaksanaan penelitian nantinya. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi di Universitas Narotama,” pungkasnya.